Delapan belas persen dari kaum wanita di kota-kota besar Amerika Latin adalah perokok

Menyadari batas-batas potensi penjualan dalam riegeri, berbagai perusahaan rokok besar kini mengarahkan kekuatan-kekuatan promosinya di pasaran negara-negara berkembang. Mengisap rokok belum lagi merupakan masa lampau di sebagian besar Afrika dan Asia sebagaiinana halnya di Amerika Latin – antara lain karena pendapatan perorangan rata-rata di Afrika dan Asia biasanya jauh lebih rendah daripada pendapatan di Amerika Latin. Namun, ironinya, tepat di saat kebiasan merokok di kalangan orang-orang kaya dan terpelajar di Amerika Utara dan Eropa Barat mengalami penurunan obat terbaik untuk kencing manis drastis, kalangan elite di bidang pendidikan dan ekonomi di negara-negara yang lebih miskin sementara mempelopori rakyat dalam mengambilalih kebiasaan itu.

cartData-data dari India, Uganda, dan di beberapa negara lainnya menunjukkan bahwa kebiasaan merokok terutama populer di kalangan pada mahasiswa. Anehnya rokok yang terjadi di tangan atau terselip di mulut seolah-olah dipandang menunjukkan keistimewaan dan keterpelajaran. Barangkali kesulitan utama dalam hal konsumsi rokok di negara-negara miskin adalah uang hanya orang kaya yang mampu merokok iebih banyak. Tatkala pendapatan di Afrika, Asia, dan Amerika Latin meningkat, baikjumlah perokok maupun keseringan merokok sama-sama meningkat. Kenaikan pendapatan yang pesat biasanya mempengaruhi tingkat kebiasan merokok.

Negara-negara Timur Tengah yang kaya-minyak mengalirkan uang mereka kepada pengusaha rokok dengan uang panas. Di Nigeria, kanker paru-paru masih langka, tapi seorang profesor di bidang kedokteran memperingatkan bahwa “kanker paru-paru akan merajalela bersama kemewahan yang lahir dari minyak hasil negeri kita; saat itulah orang punya lebih banyak uang untuk membeli rokok.” Kebiasaan merokok di negara-negara miskin sama sekali tidaklah terbatas hanya di daerah-daerah perkotaan. Penggunaan tembakau sudah lama berlangsung di daerah-daerah pedesaan. Misalnya, tembakau irisan untuk rokok plintingan atau pipa adalah salah satu barang dagangan di tiap pasar di Indonesia.

Di Tiongkok, banyaknya tembakau yang ditanam di bagian-bagian belakang rumah untuk dipakai sendiri barangkali menyamai hasil industri tembakau besaryang diusahakan oleh negara. Mengingat suramnya prospek nutrisi bagi orang-orang Gunung, suatu suku bangsa di perbukitan Nepal, ahli antropologi Alan MacFarlane baru-baru ini menulis bahwa, berhadapan dengan kesulitan keuangan, suku bangsa ini mungkin sekali lebih suka membiarkan diri “kekurangan nutrisi dari pada berhenti memakai barang-barang ‘lux’ seperti rokokā€.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *