Dalam sel pembentuk antibodi yang normal terjadi pertukaran yang cepat dari rantai pendek yang terdapat dalam jumlah yang agak berlebihan

Kontrol yang tidak sempurna terjadi pada banyak selmieloma dan dapat terjadi produksi rantai’pendek yang berlebihan atau hambatan total sintesa rantai panjang. Ikatan-ikatan disulfidaantara rintai mungkin terbentuk sementara rantai-rantai panjang masih melekat pada ribosom-ribosom (Gambar 3.21), tetapi urutantimbulnya pe r antara-perantara bervariasi menurut sifat imunoglobulin.Dengan menggunakan obat tradisional diabetes yang paling ampuh teknik “bunyi dan kejar” dengan memakai asam-asam amino radioaktif, ditemukan bahwa pembuatan rantai panjang dan pendek terjadi secara rerus-menerus mulai dariN-akhir.

Immunoglobulin-StructureLagi pula isolasi cARN untuk tiap jenis ranrai menunjukkan bahwa cARN itu berukuran cocok untuk sintesa peptida-peptida lengkap. Dengan bukti ini maka pandangan yang menyatakan bahwarrantai apa pun terbentuk karena dua peptida yang sudah ada digabung, dapat terbantah dan sangat mungkin bahwa urutan ADNyang menandai daerah-daerah variabel dan konstan dari tiap rantai terekam sebagai suatu sisrron. Stevens dan Villiamson mengemukakan pendapat bahwa cARN rantai panjang dapat khusus terikat padamolekul imunoglobulin dari berbagai spesies tetapi peranan interaksi dan mengendalikan perekaman dan penerjemahan belum jelas.

SINTESA IMUNOGLOBULIN ABNORMAL

Dalam Bab 2 telah dibicarakan pembenrukan immunoglobulin monoklonal yang unik dalam mieloma berganda, pada mana terjadi suatu pembiakan tidak terkendali dari suatu klon tunggal sel-sel plasma penghasil Ig. Frekuensi laporan rnieloma IgG, IgA, IgD, danIgE sejajar dengan .konsentrasi masing-masing dalam serum;makroglobulinemia \flaldenstrom merupakan keadaan yang sangarsebanding, berupa produksi IgM secara monoklonal.Komponen mieloma atau ‘M’ dalam serum terlihat sebagai pita yangsempit pada kertas elektroforesa (semua molekul dalam klon dengan sendirinya identik dan memiliki mobilitas yang sama) dan sebagai suatu busur yang abnormal pada imunoelektroforesa dengan suatu ‘jendul’ yang disebabkan oleh protein monoklon (Gambar 3.22adanb). Pita-pita ‘M’ ditemukan dalam serum sejumlah orang yang tidakmenunjukkan tanda-tanda klinik dari mieloma; pertumbuhan yangrelatif jarang dari mieloma berganda dan invasif pid, orang-orang iniserta kadar protein monoklon yang konstan untuk sekian tahun memberi kesan akan adanya tumor-tumor jinak dari seri selp lasma-limfosit. Antara 10 dan 20Y” penderita mieloma mengalami penumpukan fibril amiloid yang khas di seluruh tubuh. Fibrilamiloid ini mengandung daerah variabel rantai pendek mieloma.

Ada laporan terbatas mengenai serum anti-Ig yang jarang ditemui

Dari adanya pencarian dari gugus penentu lgM-like (unsur serupa IgM) pada, sel-sel-T menggunakan beberapa serum anti-p. Lebih jelas lagi, idiotipe suatu antibodi terhadap antigen keiesuaian histologis utama (pada pencangkokan) pada tikus telah ditemukan obat herbal diabetes tipe 2 pada sel-sel-T yang peka penyebab penolakan skin graft pengandung antigen iru. Keadaan sekarang sementara mengarah bahwa resepror itu mungkin suatu molekul rantai tunggal yang ditandai dengan gen yang rersusun dari gen-gen rantai panjang Ig dan dapat menampung penempatan (bila spekulasi dapat dilanjutkan) dari bahan-bahan genetik yang bertanda untuk daerah-daerah variabel yang berlebihan mirip atau sama dengan apa yang didapat pada rantai panjang Ig yang biasa.

igm

Reaksi hipersensitivitas itu dimulai oleh antigen yang mungkin berhubungan dengan atau diolah oleh makrofaga, bergabung dengan reseptor-reseptor pada permukaan limfosit-T yang sesuai sebagai sel pengingat (memory cell) mengikuti suaru permulaan proses kepekaan. Selaput sel diaktifkan dan isyarat-isyarat dihantarkan ke bagian dalam sel di mana inti limfosit kecil dengan kromatin yang kompak tampak menjadi lepas dari tekanan; sel tersebut berubah menjadi suatu sel blas yang besar dan mengalami mitosis. Sebagian dari sel-sel-T yang terangsang mengeluarkan sejumlah faktor yang larut yang berfungsi sebagai zat-zat perantara dari reaksi hipersensitivitas berikutnya semenrara itu populasi tersendiri berkembang menjadi tenaga-tenaga sitotoksik.

Obat sitotoksik, siklofosfamida, mepingkatkan hipersensitivitas berperantaraan sel dan perubahan dari reaksi Jones-Mote menjadi suatu reaksi tipe tuberkulin penuh. Keadaan tadi menunjukkan suatu pengurangan selektif dari sel-B penekan tetapi kita harus ingat juga bahwa sel-T penekan diketahui mudah dipengaruhi oleh obat ini. CMI juga diperkuat oleh semacam obat yang disebut levamisol yang cara kerjanya tidak diketahui, tetapi mungkin berfungsi sebagai faktor pemindah (kemungkinan bukan perbandingan yangjelas pada tahap ini). Ternyataantigen menggiatkan sebagian kecil dari sel-sel donor peka dan spesifik yang secara acak menembus kulit dan sel-sel tersebut terangsang. Faktor-faktor yang larut secara bertahap terlepas sebagai suatu hasil penarikan sel-sel berinti tunggal, menggiatkan makrofaga-makrofaga dan menahan mereka pada tempat kelainan, dan mungkin juga merangsang mitosis pada limfosit-limfosit bebas sehingga mengakibatkan munculnya gambaran histologik yang khas dari suatu reaksi tipe lambat.

Tahap-tahap perantara dalam urutan komplemen menimbulkan aktivitas biologik lain yang penting untuk kesehatan dan penyakit

Seperti pada sistem-sisrem pembekuan darah, kallikrein, dan fibrinolitik yang juga melibatkan aliran-aliran enzim, komponen-komponen komplemen memiliki obat herbal diabetes paling mujarab suatu kompleks penghambat-penghambat yang dapat mengarur penggiatannya.

TES IKATAN KOMPLEMEN (TiK)

cartoon-ambulanceKemampuan kompleks-kompleks imun tertentu untuk mengikat atau “menentukan tempat” komponen-komponen komplemen dapat dipakai sebagai suatu tes terhadap antibodi bila antigen diketahui atau sebaliknya. Untuk dapat menentukan apakah komplernen sudah terikat, pada tes yang dikerjakan, maka digunakan indikator berupa sel-sel darah merah yang terbungkus antibodi, yang ditambahkan kemudian pada cairan tes itu (Gambar 5.19).

Komplemen diukur sebagai suatu akdvitas, seperti juga lain-lain sistem enzim, dan dinyatakan berdasark an derajat lisis dari suatu suspensi standar dari sel-sel darah merah domba yang rerbungkus antibodi secara optimal, dalam waktu yang telah ditentukan (Gambar 5.20). TIK digunakan secara rutin untuk tujuan-tujuan diagnosrik sepefti misalnya reaksi Wasserman untuk sifilis dan reaksi ikatan komplemen terhadap “antigen Australia”, yang dihubungkan dengan salah satu virus hepatitis.

PENGGIATAN KOMPLEMEN

Penggiatan C1 dimulai melalui ikatan Clq pada tempar-remp at Cf pada imunoglobulin sehingga terbentuk suatu kompleks dengan antigen. Penggumpalan imunoglobulin seperri yang terjadi bila dipanaskan sampai 60o C selama 20 menit, akan menimbulkan pula perubahan-perubahan dalam struktur yang memungkinkan penggiatan komplemen. Kelas-kelas imunoglobulin yang berlainan memiliki pula strukturFcyangberbeda dan hanya IgC dan IgM yang dapat mengikat C1. Malahan ada pula perbedaan-perbedaan dalam subkelas IgG: IgGl dan IgG3 mengikat komplemen dengan baik, IgG2 sedang-sedang saja dan IgG4 buruk atau sama sekali tidak mengikat komplemen. C1q bersifat polivalen terhadap ikatan Ig dan terdiri atas batang tubuh yang menyerupai kolagen dengan cabang-cabang berupa 6 rantai pepdda, tiap rantai berakhir dengan suatu subsatuan pengikat Ig (menyerupai bunga-bunga pada seikat bunga). Sekurang-kurangnya dua dari subsatuan ini harus terikat pada tempat imunoglobulin Cs2 untuk penggiatan C1q. Dengan IgM hal ini tidak begitu sukar karena beberapa daerah Fc tersedia pada satu molekul, meskipun daerah rersebut baru siap bila lengan-lengan F(ab’)2 menonjol keluar dari dataran dalam daerah Fc setelah penggabungan dengan antigen (lihat Gambar 2.16).

Inti ilmu kekebalan (immunology)

Ialah ingatan (memory)  kekhususan atau spesifisitas (specificity), dan pengenalan zat asing (non-self). Pandangan ini kita peroleh berdasarkan. pengalaman bahwa kontak dengan pelbagai jenis penirakit infeksi kemudian akan memberikan perlindungan (kekebalan) terhadap penyakit-penyakit itu. Penyakit-penyakit seperti campak, gondongan, cacar-air, batuk rejan dan sebagainya jarang diderita sampai dua kali. Kontak pertama tubuh dengan suatu jasad penyebab infeksi jelas telah meninggalkan suatu kesan, memberikan suaat ingatan, sehingga tubuh tersebut siap sedia untuk menolak setiap serangan berikut dari jasad itu. Perlindungan ini diberikan oleh obat tradisional buat luka diabetes antibodi-antibodi yang dihasilkan sebagai reaksi terhadap jasad penyebab infeksi, yang berlaku sebagai antigen (Gambar 1.1).

immunologySuatu ikatan dengan antibodi akan meniadakan antigen tersebut. Dengan mengikuti pembentukap antibodi pada kontak perrama dan kedua dengan antigen, dapatlah dimengerti dasar perkembangan kekebalan. Misalnya, bila kita menyuntikkan suaru hasil kuman seperti toksoid stafilokok pada seekor kelinci, baru beberapa hari kemudian antibodi dapat ditemukan dalam darah. Antibodi ini akan mencapai jumlah maksimumnya dan kemudian menurun lagi di dalam darah (Gambar 1.2). Bila setelah beristirahat secukupnya binatang percobaan tersebut diberi suntikan toksoid yang kedua maka jalannya peristiwa pembentukan antibodi akan mengalami perubahan dramatik. Dalam waktu dua sampai tiga hari kadar antibodi di dalam darah akan meninggi dengan cepat dan mencapai puncaknya, jauh lebih tinggi dari hasil suntikan pertama (primary response).

Hasil suntikan kedua (secondary response) ini titandai oleh pembentukan antibodi yang lebih cepar dan lebih banyak, sebab sistem pembentukan antibodi tubuh telah mengalami ,,pemanasan,, serelah sundkan pertama dan telah menyediakan sekelompok sel-sel ingatan (memory cells). Vaksinasi memanfaatkan prinsip ini dengan memakai sejenis antigen yang relatif tidak berbahaya (misalnya virus yang tidak aktif) untuk berlaku sebagai perangsang perrama dalam pembentukan “ingatan”. Sistem pertahanan tubuh dengan demikian telah waspada dan setiap kontak berikutnya dengan jenis virus tersebut yang virulen akan berakibat sama dengan hasil sunrikan kedua, yaitu pembentukan antibodi yang cepat dan sangat banyak, sehingga biasanya kelanjutan infeksi tersebut dapat dihambat.

Reaksi imun pada tumor-tumor

Antigen-antigen tumor ini dapat menimbulkan bermacam-macam reaksi imun pada binatang-binatang percobaan yang sering menunjukkan resistensi terhadap pertumbuhan tumor. Antibodi yang beredar dapat merupakan sitotoksik bagi tumor-tumor yang tetap dalam bentuk sel-sel yang terpisah, tetapi sel-sel-K dan -T tampaknya digunakan bagi serangan gencar pada suatu tumor padat. Pada beberapa hasil dari percobaan in vitro telah dikembangkan untuk meninjau reaksi dari tumor-khusus. Pelepasan kromium radioaktif dari tumor yang ditandai oleh sel-sel limfoid binatang- binatang yang resisten biasanya dianggap berasal dari reaktivitas limfosit-T. Percobaan-percobaan yang meliputi kesanggupan dari lekosit-lekosit binatang untuk menghambat pertumbuhan sel-sel tumor dalam biakan mikro (percobaan-percobaan penghambatan koloni, sitotoksisitas mikro, sitostasis) adalah mungkin menggambarkan aktivitas sel-sel-K.

sallah

Jika serum yang berasal dari binatang-binatang di mana tumornya mengalami kemunduran ditambahkan pada suatu sistem sitotoksisitas mikro, ia akan gagal mempengaruhi obat herbal untuk diabetes hasil dari percobaan itu, tetapi serum dari binatang-binatang dengan tumor-tumor progresif mengandung faktor penghambat atau mempertinggi yang dapat membatalkan efek penghambat sel-sel tumor (Hellstrom’s). Agaknya masuk akal untuk mengusulkan bahwa zat-zat penghambat ini jelas dapat melindungi tumor dari serangan selular in vivo. Faktor-faktor penghambat itu sering membuktikan baik sebagai antigen bebas atauPun bentuk-bentuk kompleks dalam kelebihan antigen (bandingkan dengan hal 275) dan Gambr, 8.14) dan dapat dihilangkan dengan merangsang pembentukan antiboi pada binatang yang mengandung tumor itu (contoh: dengan infeksi BCG), dengan demikian keseimbanganantara antigen dan antibodi merombak kompleks-kompleks yang diberi terakhir yang mana kemudian bukan menghambat lagi.

Terlihat suatu hubungan antara derajat pelepasan antigen dan kecenderungan tumor untuk berkembang. Kita mempunyai bukd bahwa proses-proses imunologi bekerja pada kanker manusia. Sebagai contoh, antibodi-antibodi sitotoksik ielah ditemukan di dalam serum pada sebagian penderita-penderita dengan melanoma ganas dan ini rupanya bekerja melindungi metastase tumor tersebut. Adanya reaksi limfoid pada saluran kelenjar-kelenjar dan penyerbukan (infiltrasi) sel-sel radang mono- nuklear pada tumor merupakan tanda prognosa yang baik pada kanker payudara laporan-laporan terdahulu menyatakan bahwa ekstrak-ekstrak tumor ini menyebabkan hambatan khusus daripada perpindahan lekosit-lekosit otolog in vitro (percobaan MIF).

Wiskott-Aldrich dikaitkan dengan IgM yang rendah dan kekurangan reaksi antibodi

baruuuBukti bahwa kerusakan vital pada penampilan makrofaga dalam menghadapi antigen merupakan dasar kelainan tersebut. Hal ini sesuai dengan kelangkaan IgE disertai IgA yang mungkin sedikit lgrtanggung jawab terhadap kepekaan yang berlebihan terhadap infeksi-infeksi saluran nafas pada telangiekstasi xaksia sebagai perbandingan dengan keadaan kekurangan Ig:A saja. Pengobatan dengan penyuntikan faktor ransfer telah dicJba dan dilaporkan bahwa ditemukan beberapa keberhasilan. Beberapa kasus defisiensi sel-T telah dilaporkan bahwa serumnya mengandung obat herbal penyakit diabetes suatu antibodi sitotoksik yang diperkirakan lebih cocok untuk sel-T daripada sel-B. Sel-T yang berasal dari beberapa penderita mucocutaneous candidiasis tidak mampu menghasilkan FPM bila dirangsang in vitro dan kemungkinan ini disertai suatu kegagalan selektif lain dari sintesa limfokin yang tidak diketahui.

Defisiensi sel induk

Tanpa diferensiasi yang semestinya dari kebanyakan sel induk, limfosit-T dan limfosit-B tidak dapat berkembang dan akan menyebabkan suaru campuran reaksi-reaksi imunodefisiensi selular dan humoral. Beberapa penderita tidak mempunyai enzim adenosin deaminasa. Fungsi kekebalan normal dapat dibina pada anak-anak dengan cara pencangkokan sumsum tulang yang cocok yang berasal dari saudara kandung. Sel-sel dari donor lain terlalu merangsang reaksi antar-tuan rumah dan cangkokan yang bersifat sangat mematikan (bandingkan dengan hal. 260) meskipun dengan alasan sangat cocok, kecuali dimulai dengan membebaskan cangkokan dari setiap limfosit-T yang bersangkutan. Suatu jenis imunodefisiensi berat yang cepat menimbulkan kematian dihubungkan dengan kekurangan pembentukan sel mieloid yang disebut disgenesis retikular. Diusahakan membuat ringkasan dasar selular dari pelbagai keadaan defisiensi pada Gambar 7.14.

Pemeriksaan imanodefisiensi

Kelainan dalam imunoglobulin dapat ditentukan dengan estimasi kuantitatif dengan menggunakan imunodifusi radial tunggal. Kadar 200 mg/100 ml secara mudah ditetapkan sebagai batas terendah nilai normal. Penentuan defisiensi dari kelas-kelas imunoglobulin dapat dilakukan dengan cara yang sama. Reaksi imun humoral dapat diperiksa dengan penyaringan pertama serum untuk antibodi natural (isohaemaglutinin A dan B, hetero-antibodi terhdap sel darah merah kambing, bakterisidin bagi E. coli) dan kemudian mencoba merangsang imunisasi aktif dengan difteria tetanus, pertusis, dan polio yang telah dimatikan – jangan dengan vaksin-vaksin hidup.

Kekebalan terhadap Infeksi Bakteri

PERANAN ANTIBODI HUMORAL

kekebalan tbh thd bktrBeberapa bakteri yang virulen dapat menolak fagositosis; misalnya, pneumokokus bersimpai tidak sesuai bagi makanan sel-sel fagositik dan stafilokokus jenis virulen dan streptokokus yang mengeluarkan bahan-bahan antifagositik. Seperti uraian kami sebelumnya antibodi mempunyai peranan penring pada fagositosis dan pembersihan jasad renik-jasad renik tertentu dari peredaran darah yang sangat meningkat bila jasad renik tersebut dilapisi oleh Ig spesifik (Gambar 7.4). Kurang berhasilnya pembersihan kuman-kuman yang telah dilapisi Ig pada binatang-binatang percobaan yang sudah dibuang komplemennya membuktikan adanya kerja sama anrara antibodi dengan komplemen untuk “opsonisasi” (bandingkan dengan hal. 153 & 160) yang disebabkan oleh daya gabung yang kuat reseptor-reseptor tertentu terhadap IgG dan C3b pada permukaan fagosit (Gambar 7.5). lni jelas menguntungkan bahwa subkelas yang berikatan kuat dengan reseptor Fc ini (misalnya IgGl dan 3 pada manusia) juga dapat mengikat komplemen dengan baik.  Lebih jelasnya klik link berikut http://obatdiabetesherbal.co/mengatasi-dm/cara-penanggulangan-penyakit-diabetes-yang-efektif/

Bakteri juga dapat ditangkap oleh antibodi yang telah terikat pada tempat reseptor Fc (antibodi sitofilik) tetapi ini mungkin jika perlekatan lebih disebabkan oleh opsonisasi dari pada perlengketan antibodi sitofilik pada fagosit sebelumnya. Persenyawaan yang mengandungC3 mungkin memperlihatkan daya lekat kebal (immune adberence) pada sel-sel darah merah primata (sejenis kera) dan trombosit kelinci untuk menyiapkan sel-sel yang dapat mengumpulkan sel-sel fagosit. Beberapa jenis bakteri Gram-negatif yang berdinding luar lipoprotein yang menyerupai selaput permukaan mamalia adalah peka terhadap kerja bakterisida serum segar yang mengandung antibodi.

Antibodi memprakarsai perkembangan kelainan karena komplemen yang mirip lubang-lubang yang timbul karena komplemen pada sel-sel mamalia (bandingkan dengan gambar 5.23); ini akan dapat menyebabkan masuknya lisozim serum kedalam bakteri yang menghasilkan kematian sel. Pengaktifan komplemen melalui senyawa antibodi dengan bakteri juga akan membentuk anafilatoksin C3a dan C5a yang merangsang pengeluaran (transudasi) unsur-unsur serum berikut antibodi lagi secara ekstensif dan menarik sel-sel polimorf secara kemotaktik untuk merangsang fagositosis. Dengan kata lain rangkaian kejadian-kejadian yang diterangkan pada gambar 7.3 dapat dilukiskan kembali seluruhnya bahwa dengan mengganti antibodi pencetus rangkaian reaksi komplemen klasik dengan tempat dari cara kerja alternatif.

Palpasi pada kandung empedu

Dalam keadaan sehat, kandung empedu (vesika felea) tidak teraba. Bila terjadi peradangan kandung empedu (kholesistitis) maka palpasi akan menghasilkan tanda yang khas yang disebut tanda Murphy, yaitu terhentinya pernafasan sejenak pada puncak inspirasi oleh karena timbulnya rasa nyeri yang dibangkitkan oleh sentuhan tangan yang melakukan palpasi. Rasa nyeri ini terdapat di bawah arkus koste kanan antara prosesus sifoideus dan pinggang. Palpasi dilakukan di tempat ini dengan jari2 yang menekan ringan pada dinding perut. Penderita diminta menarik nafas panjang.

Tanda Murphy terdapat positif bila penderita “menahan nafas dengan tiba2″waktu kandung empedu yang terdorong ke bawah oleh diafragma menyentuh iari pemeriksa. Kandung empedu bisa teraba pada beberapa keadaan patologik misalnya pada mukosele atau empiema kandung empedu akibat sumbatan pada saluran empedu, lkterus akan timbul dalam keadaan seperti itu.

Tersumbatnya saluran empedu sering disebabkan oleh karsinoma kaput pankreas yang menekan pada saluran empedu. Kadang2 karsinoma kaput pankreas ini bisa teraba pada palpasi daerah epigastrium dan umbilikus.

(4) Palpasi limpa

Dengan palpasi, limfa yang tidak membesar, tak akan teraba. Akan tetapi limpa bisa rangat membesar, sehingga teraba dl sekitar umbilikus atau di daerah iliaka kanan. Oleh karena itu, palpasi lien sebaiknya dimulai dari daerah hipogastrium dan dilaniutkan ke hipokhondrium kiri.

Bila dengan cara ini tidak ditemukan pembesaran lien maka kita lakukan palpasi limpa secara bimanuil. Cara ini dilakukan dengan meletakkan telapak tangan kanan di daerah hipokhondrium kiri penderita, dengan jari2 menuju ke samPing atas. Tangan kiri pemeriksa diletakkan di pinggang kiri penderita.

Dengan tangan kanan pemeriksa menekan sambil menggerakkan tangan itu sedikit demi sedikit ke bawahtulang2 iga. Pasien diminta menarik nafas dalam. Penekanan dilakukan pada puncak inspirasi. Tangan kiri pemeriksa merupakan landasan bagi tekanan iang dilakukan oleh tangan kanan.

Dengan palpasi bimanuil kita memeriksa tepi, konsistensi dan permukaan lien yang membesar. Cara mencatat pembesaran lien ialah rnenurut garis Schuffner, Garis ini menghubungkan titik potong antara linea medioklavikularis dan arkus koste kiri dengan spina iliaka anterior superior kanan. Klik disini untuk mendapat informasi paling lengkap seputar diabetes melitus dan obat diabetes herbal terbaik yang paling ampuh.

Bila hepar membesar akibat perlemakan maka konsistensinya lunak dan tepinya sukar ditentukan

Pada saat itu kita perhatikan muka penderita apakah ia tampak kesakitan atau tidak. Kedua, bila tepinya teraba maka harus ditentukan sifat2nya. Penderita diminta menarik nafas dalam sehingga tepi hepar lebih mudah teraba. Hepar yang sehat tidak teraba pada palpasi, tepinya tajam, permukaannva rata dan konsistensinya keras kenyal. Bila terdapat deformitas pada bagian toraks kanan maka hepar yang sehat akan teraba dengan sifat2 seperti tersebut di atas. Pada kebanyakan jenis hepatomegali konsistensi hepar tetap keras sekali.

Pada dekompensasio kordis hepar yang membesar konsistensinya menjadi keras, tapi tepinya reguler; sedangkan bila hepar membesar oleh karena neoplasma maka konsistensinya keras dan tepinya ireguler. Ketiga, bila hati membesar maka permukaannya harus diraba oleh karena beberapa proses patologik pada hati menimbulkan perubahan tertentu pada permukaannya. Misalnya pada sirosis hepatik permukaan hepar tidak rata melainkan ber-benjol2 kecil.

Apabila permukaannya berbenjol2 besar maka dugaan kita terarah kepada neoplasma hepar. Permukaan hepar yang rata terdapat pada hepatomegali akibat perlemakan atau dekompensasio kordis. Keempat, derajat pembesaran hati hendaknya ditentukan. Pada sirosis hepatik, bisa kita dapatkan pembesaran yang sedang atau yang sama sekali tidak berarti. Pada tahap pertama sirosis menimbulkan pembesaran hati, akan tetapi pada tahap terakhir mengakibatkan hati menjadi kecil.

Pada dekompensasio kordis pempesaran hati sesuai dengan derajat dekompensasionya. Oleh karena itu, maka efek pengobatan dekompensasio kordis dapat ditafsirkan dari derajat pembesaran hati. Pada dekompensasio kordis, hati dapat menonjol 5 sampai 10 cm. di bawah tepi iga, bahkan pada dekompensasio kordis yang berat, hati dapat membengkak sedemikian besarnya sehingga tepinya ditemukan setinggi pusat.

Hati yang sebesar itu dapat juga dijumpai pada proses2 neoplasma di hati (hepatoma), abses di hati (amuba abses), degenerasi amiloid dan pada penyakit2 darah. Pembengkakan ringan pada hati ditemukan pada hepatitis dan penyumbatan saluran empedu. Kelima, kita harus memperhatikan apakah terdapat rasa nyeri apabila hepar tersentuh pada palpasi.

Hepar yang membesar dan nyeri pada sentuhan terdapat pacia berbagai penyakit. seperti obstruksi saluran empedu, berbagai macam sirosis (portal, alkohol, biliar, dekompensasio kordis, hemokhromatosis), karsinoma hepatik, Hodgkin, leukemia, malaria, sifilis, degenerasi amiloid dan perlemakan hati. Pembengkakan hati yang tidak disertai rasa nyeri pada sentuhan menunjukkan adanya kongesti di hati yang akut akibat dekompensasio kordis, abses hepatik aiau aktinomikosis. Baca informasi selengkapnya mengenai obat diabetes herbal alami yang berkhasiat efektif di sini.

Jika benjolan itu berada pada dinding perut maka ia akan mengikuti gerakan tersebut

Lalu kita tentukan besarnya tumor dengan meraba seluruh tepinya memakai kedua tangan. Sambil meraba tepi tumor bisa kita tafsirkan bentuknya, apakah bentuknya reguler (rata) atau ireguler (ber-beniol2). Juga diperhatikan konsistensinya, apakah lunak, keras atau kenyal. Selanjutnya tumor tersebut kita pegang dengan memakai kedua tangan dan kita gerakkan ke segala jurusan. Bila bisa digerakkan ke segala arah hal ini berarti tumor teisebut bebas dari dasar. Kemudian, sambil memegang tumor, kita menyuruh pasien menarik nafas dalam.

Tumor yang terdorong ke bawah pada waktu pasien menarik nafas adalah tumor yang terdapat pada hati, limpa atau lambung. Tumor ginjal iuga tergeser sedikit oleh pernafasan. Tumor2 lainnya (yang berasal dari usus, uterus dan adneksa dan kanclung kencing) tidak akan terdorong ke bawah pada waktu bernafas dalam. Dilatasi lambung dapat ditentukan dengan jalan palpasi. Sebagaimana kita ketahui, dilatasi lambung terjadi akibat stenosis pilorus.

Keadaan ini menghambat pengosongan isi lambung. Biasanya 5 jam setelah makan atau minum, lambung sudah kosong. Apabila 5 jam setelah makan atau minum lambung masih tetap penuh, maka harus difikirkan adanya dilatasi lambung. Untuk menentukan dilatasi lambung pemeriksa menempatkan satu tangan pada daerah hipokhondrium kiri dan tangan lainnya digunakan untuk menahan dinding perut dari belakang. Tangan yang ditempatkan di daerah hipokhondrium kiri itu me-nekan2 dinding perut dan cairan yang masih berada di dalam lambung akan bergerak. Suara cairan yang bergerak dapat terdengar dan dengan palpasi pergerakan cairan tersebut dapat teraba pula.

(2) Palpasi hati

Pada palpasi hati kita perhatikan hal2 di bawah ini yaitu:

(1) hepar teraba atau tidak;

(2) bila teraba, bagaimana tepinya;

(3) permukaannya;

(4) derajat pembesarannya dan

(5) nyeri tekan atau tidak.

Mula2 kita lakukan palpasi untuk menentukan hepar teraba atau tidak dengan jalan meraba tepinya. Kita letakkan telapak tangan kanan pada permukaan abdomen Sebaiknya palpasi dimulai dari bawah menuju ke atas, yaitu dari daerah lumbal kanan ke arah arkus koste sebelah kanan, sampai sisi radialis jari telunjuk menyentuh tepi hepar yang membesar.Tepi hepar ini teraba pada puncak inspirasi sedangkan konsistensinya bisa keras atau kenyal