Zat Besi dan Oksidasi

Pemahaman kita yang semakin berkembang mengenai kolesterol teroksidasi telah menuntun saya untuk menyimpulkan bahwa program apasaja yang tidak membahas persoalan ini mengabaikan salah satu faktor paling penting dalam mengurangi risiko penyakit jantung. Saya rasaperhatian riset yang bertambah banyak pada produkoksidasi dari kolesterol akan menghilangkan beberapa hal terkait lainnya. Contohnya, adalah sangat mungkin bahwa makanan dengan kandungan gula tinggi lebih mudah terkena oksidasi. Ta Ini akan membantu lebih menjelaskan berlimpahnya produk oksidasi yang ditemukan dalam benda-benda seperti custard (puding) dan pancakes makanan-makanan dengan sumber kolesterol (susu dan telor) dan gula. Ini juga menjelaskan mengapa gula makanan berulang-ulang dikaitkan dengan aterosklerosis.

Di tahun 1992, periset Skandinavia mengejutkan banyak orang dalam komunitas medis dengan penemuan bahwa simpanan zat besi yang lebih banyak dalam tubuh meningkatkan risiko seseorang terhadap penyakit jantung. Para penelitiini menyoroti sebuah fakta penting: selain teroksidasi dalam makanan, kolesterol juga bisa teroksidasi dalam tubuh kita. Kadar zat besi dalam darah yang iebih tinggi (diukur oleh senyawa darah yang disebut “feritin”) bisa menaikkan konversi kolesterol normal menjadi varietas teroksidasi yang berbahaya-di dalam tubuh kita sendiri. Faktanya, zat besi merupakan stimulant yang dikenal baik (katalis) dari oksidasi. Senyawa teroksidasi seperti kolesterol teroksidasi kemudian bisa merusak lapisan pembuluh darah danmembantu perkembangan aterosklerosis.

Zat besi juga menambah kadar hemoglobin yang lebih tinggi. Meskipun dulu hemoglobin dianggap menguntungkan, ternyata terlalu tinggi kadar hemoglobin bisa menyebabkan masalah. Semakin banyak hemoglobin artinya semakin banyak oksigen dalam darah. Hemoglobin pembawa oksigen kemudian bisa memberikan bahan bakar untuk oksidasi yang disulut oleh zat besi.

Oleh sebab itu, keiebihan zat besi bisa bekerja berlawanan dengan dua cara dalam darah kita: pertama, itu artinya lebih banyak oksigen dalam darah, dan kedua, merangsang oksigen untuk bergabung dengan kolesterol untuk membentuk kolesterol teroksidasi. Kerugian ketiga yang diakibatkan dari kadar hemoglobin lebih tinggi yakni bahwa hal ini membuat darah lebih kental dan cenderung menggumpal dan memulai serangan jantung. Baca juga informasi penting mengenai obat alami untuk penyakit diabetes melitus yang paling ampuh di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *