Sosok ayam Poncin, si Keturunan Ayam Arab

pocin

Ayam poncin merupakan persilangan ayam arab jantan (asli) dengan ayam kcdu betina. Persilangan ini ditujukan untuk menjaga kelangsungan produksi dan galur murni penghasil DOC ‘Day Old Chickens). Untuk mendapat ayam poncin petelur unggul betina kampung (lokal) yang digunakan harus dipilih yang berkualiras baik. Ayam arab jantan tetap digunakan sebagai parent stock. Persilangan bisa dilakukan secara dodokan. Caranva ayam kedu betina disodorkan ke pejantan arab. Setiap pejantan mampu membuahi riga ekor betina lokal setiap harinya. DOC yang dihasilkan merupakan keturunan Fl yang dijual sebagai DOC poncin.

Ayam poncin memiliki bulu yang beragam: hitam, merah, dan keputih putihan. Dari hasil pengamatan selama 2 tahun, ternyata poncin merah merupakan ayam petelur yang terbaik. Kelebihannya: lebih tahan penyakit dibandingkan dengan jenis lainnya, produksi telurnya mencapai 75—85%, tingkat kematian DOC-nya rendah, yaitu hanya 10%, pada saat bertelur (4,5—5,5 bulan) berat badannya hanya 1,2 kg, sehingga kebutuhan pakan hanya sekitar 85 gram/ekor/hari, dan penetasan yang dilakukan, poncin menghasilkan lebih banyak DOC betina (mencapai 85%), dan ayam hasil silangan ini tidak memiliki sifat mengeram, sehingga bisa bertelur scpanjang hari. Sejumlah keunggulan ini tentu saja patut diperhitungkan sebagai ‘modal’ untuk beternak buras petelur unggul.

Keturunan ayam poncin ini hampir 90% betina, sehingga cocok sebagai ayam petelur. Kondisi ini berbeda dengan ayam arab yang hanya menurunkan 65% anak (DOC) betina. Keuntungan lainnya, kcrabang telur ayam poncin merah berwarna putih sedikit kemerahan, sehingga sangat mirip dengan telur ayam kampung. Kemiripan juga ada pada bobotnya. Kesamaannya ini menjadikan telur ayam poncin menguntungkan dari aspek pasar.

Keunggulan ayam arab dan keturunannya (poncin) akan memberi hasil yang optimal apabiladisertai dengan pemeliharaan yang intensif sejak masih DOC hingga masa bertelur. Sebagai bahan pertimbangan, ayam arab rata-rata menghasilkan 225 butir per tahun, sementara poncin merah bisa mencapai 280-290 butir per tahun. Jumlah itu lebih tinggi daripada rata-rata produksi telur ayam buras lainnya.

Kelebihan ayam buras hasil persilangan ini adalah dagingnya terasa lebih enak dibandingkan dengan ayam ras. Selain itu lebih tahan terhadap gangguan penyakit, sehingga pengeluaran biaya untuk obat-obatan relatif rendah. Sosoknya yang tidak terlalu besar, seperti ayam buras lainnya, menyehahkan beternak ayam poncin menghemat tempat (kandang) dan pakan. Dengan tingkat kecukupan protein pakan 15% saja, produksi telurnya sudah tinggi. Kecukupan protein ini baik dibandingkan dengan tingkat protein ayam buras lain yang harus mencapai 19%.

Telur ayam poncin ridak berbeda dengan telur ayam buras lainnya. Rasanya lebih gurih dibandingkan dengan telur ayam ras. Kandungan gizinya pun lebih baik dibandingkan dengan ayam ras. Itulah sebabnya telur ayam poncin sama dengan telur ayam buras yang dapat dijadikan campuran untuk jamu atau dimakan setengah matang sebagai “obat kuat”, tentu saja selain untuk dikonsumsi sebagai makanan matang.

Dengan ditemukannya strain ayam poncin ini, kelemahan beternak ayam buras menjadi tertutupi. Masalah yang selama ini dirasakan dalam beternak ayam buras adalah belum adanya bibit unggul yang setara dengan ayam ras dalam hal bertelur maupun menghasilkan daging. Memang selama ini belum banyak usaha yang dilakukan untuk menyiapkan bibit unggul. Artinya, bibit yang benar-bcnar “jagoan” dalam hal bertelur. Namun, penemuan ayam poncin sebagai petelur unggul ini setidaknya merupakan sebuah usaha untuk terus melahirkan strain-strain “jagoan”. Dengan demikian, usaha ‘mengandangkan’ ayam buras melalui pola peternakan intensif menjadi sebuah usaha yang menjanjikan.

Ayam Arab

ayam arab

Ayam arab ternyata bukan berasal dari negerinya Raja Fahd, Kerajaan Arab Saudi, melainkan berasal dari Belgia. Ayam ini dikenal juga dengan nama silver brakel kriel. Sebutan ayam arab konon lahir karena ayam ini dibawa ke Indonesia olch TK1 yang pulang dari Arab Saudi. Selain itu, kepala ayam ini pun seolah-olah memakai jilbab putih. Dari kejauhan bulu di kepala dan lehernya memang tampak scperti kerudung penutup kepala wanita. Jadi sebutan ayam arab semakin cocok.

Sampai saat ini jenis ayam ini masih merupakan ayam yang eksklusif. Penampilannya cantik menyerupai ayam hias, gerak-geriknya ayam ini juga masi tergolong ayam buras yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya( Beternak Ayan Buras Petelur Unggul)

Terlihat gesit, sifatnya gemar bercengkerama, dan warna bulu terlihat menarik dengan warna keperak-perakan. Oleh sebab itu, tidaklah terlalu mengherankan jika ada yang mengandangkan ayam ini sebagai pajangan di halaman rumah.

Dari. sisi potensi pasar, permintaan terhadap ayam arab cukup tinggi. Hal ini disebabkan tingkat produktivitas telurnya. Kalau ayam kampung biasa produksi telurnya hanya mencapai rata-rata 30% setahun, ayam arab bisa mencapai 60% setahun (225 butir telur). Kelebihan lainnya, ayam ini tidak memiliki sifat mengeram, jadi sangat mirip dengan ayam ras. Frekuensi bertelurnya dapat berlangsung sepanjang waktu. Hal ini berbeda dengan ayam kampung atau jenis ayam buras lainnya yang harus berhcnti bertelur ketika masa mengeramnya timbul, yaitu setelah bertelur antara 12—20 butir.

Ayam arab mulai berproduksi pada umur 4,5—5,5 bulan, sedangkan ayam kampung setelah berumur 6 bulan. Pada umur 8 bulan, produksi telurnya mencapai puncak. Pada umur 1,5—2 tahun, biasanya ayam arab sudah bisa diafkir dan diganti dengan petelur baru yang masih segar. Ayam arab afkir bisa dijual sebagai pedaging. Kalau ayam kampung biasa harganya bisa mencapai Rp25.000 per ekor, ayam arab afkir harganya sekitar Rp20. karena sosok tubuhnya mcmang lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata ayam kampong.

Dari sisi harga jual harga, harga ayam arab afkir memang lebih rendah. Namun dari sisi pemeliharaan, sosoknya yang kecil mcnjadikan ayam arab lebih ringkas untuk dikandangkan dan membutuhkan pakan yang lebih sedikit dibandingkan dengan rata-rata ayam kampung, yaitu 85 gr/ekor/ hari. Dengan pcrsilangan yang intensif, sebenarnya kekurangan bobot ayam arab ini bisa didongkrak, sehingga harga jual ayam afkirnya menjadi sama dengan ayam kampung.

Dari penampilan tubuhnya, tinggi ayam arab jantan dewasa mencapai 35 cm dengan bobot 1,5—2 kg. Kepalanya mempunyai jengger berbentuk tunggal dan bergcrigi. Ayam ini berbulu tebal. Bulu di sekitar leher berwarna kuning dan putih kehitaman. Warna bulu badannya putih bertotol-totol hitam. Kokok suara jantan nyaring scperti ayam katai. Ayam arab betina dewasa tingginya mencapai 25 cm, dengan bobot 1,0— 1,5 kg. Kepalanya bcrjengger tipis, bergcrigi. Badannya berbulu tebal. Selama usia produktif antara 0,8—1,5 tahun, betina arab terus-mencrus bertelur, sehingga hampir setiap hari mcnghasilkan telur.

Kiat Sukses Beternak Ayam Buras Petelur Unggul

Kiat Sukses Beternak Ayam Buras Petelur Unggul – Selama ini pemeliharaan ayam buras petelur  dilakukan sebagai sambilan. Pcmcliharaannya pun hanya dirujukan unruk diambil dagingnya, sehingga lebih bersifat ekstensif. Artinya, pola pemeliharaannya membiarkan ayam bcbas berkeliaran di hakman rumah, kpangan, kebun, atau hutan. Karena cara hidupnya yang dibiarkan berkeliaran itulah, ayam jenis ini biasa disebut ayam kampung.

Beternak Ayan Buras Petelur UnggulCara pemeliharaan ekstensif ini tentu saja tidak terlalu memberikan nilai tambah, sebab pemeliharaan lebih ditujukan untuk menjual dagingnya. Padahal jika dikelola secara intensif, beternak ayam buras petelur bisa ditujukan untuk menjadi ayam petehir.

Sebagai peternak ayam buras petelur, ayam buras hanya membutuhkan pemeliharaan selama 3-4 bulan terhitung sejak ayam dara (muda). Dilihat dari sisi harga, tehir ayam buras lebih stabil, tidak sefluktuatif harga telur ayam ras. Bahkan, cara penjualannva pun tidak dilakukan secara kiloan, tetapi dinilai per butiran telur

Karena adanya upaya mengandangkan ayam buras sebagai ayam petelur, istilah ayam buraspun lebih populer dibandingkan dengan istilah ayam kampung. Bahkan, pengertian buras kemudian mencakup semua jenis ayam di luar ayam ras. Artinya, ayam kampung hanya menjadi bagian dari ayam buras.

Selain ayam kampung, jenis ayam yang dikelompokkan sebagai ayam buras petelur di antaranya adalah ayam nunukan, kedu, sentul, pelung, dan ayam arab. Dengan demikian, ayam buras (bukan ras) dimaksudkan untuk membedakan dengan ayam asal luar negeri yang disebut ayam ras.

Untuk menetaskan telur ayam kampung dan buras bisa delakukan dengan dua cara yaitu bisa langsung memanfaatkan indukan ayam dan menggunakan mesin penetas telur ayam baik manual atau otomatis. Keunggulan menetaskan telura ayam dengan mesin penatas yaitu kita bisa menetasakan telur dalam jumlah yang banyak sekaligus dan dengan waktu yang sama pula.

Beternak ayam buras petelur ternyata mendatangkan hasil yang menggembirakan, sejauh memperhatikan faktor pemilihan bibit, perkandangan, pemberian pakan, serta pencegahan dan pemberantasan hama penyakit. Walaupun begitu, tingkat produktivitas telur ayam buras per tahun masih lebih rendah dibandingkan dengan tingkat produktivitas ayam ras.

Tingkat produktivitas telur ayam buras petelur per tahun bisa mencapai 300—310 butir. Bandingkan dengan tingkat produktivitas bcrbagai jenis ayam buras. Dari data yang ada, tingkat produktivitas telur per tahun ayam buras sebagai berikut: ayam kampung 115 butir, ayam kedu hitam 215 butir, ayam kedu putih 197 butir, dan ayam nunukan 182 butir.

Data tersebut menunjukkan bahwa salah satu permasalahan dalam beternak ayam buras petelur adalah rendahnya tingkat produktivitas. Kondisi ini telah mcndorong pihak-pihak yang peduli dengan peternakan ayam buras petelur untuk mencari jenis unggul ayam buras petelur. Populernya ayam arab (silver brakel kriel) pada akhir tahun 90-an bisa jadi sebuah solusi untuk mengatasi rendahnya tingkat produktivitas ayam buras petelur. Ayam arab rata-rata mampu menghasilkan telur sebanyak 225 telur per tahun.

Pada perkembangannya, produktivitas ayam arab ini terus ditingkatkan. Caranya dengan mengawin silangkan ayam arab dengan jenis ayam buras petelur lainya. Dari silangan tersebut, dunia perunggasan pun mengenal adanya ayam poncin yang dikembangkan di Depok, ayam arab yang dikembangkan di Blitar, dan ayam bukung arbika yang dikembangkan di Tlckung, Malang. Ayam poncin merupakan hasil persilangan antara ayam arab asal Belgia (silver brakel kriel) dan ayam kedu (ayam lokal) asal Jawa tengah.

BACA JUGA :
>>Penanganan piyik walet setelah menetas
>>Teknik Menetasan Telur Walet Pada Sarang Sriti

Penanganan piyik walet setelah menetas

Penanganan piyik walet setelah menetas

Piyik walet setelah menetas harus diperhatikan dengan baik. Bila tidak, piyik walet pun tidak akan hidup dan berkembang dengan baik, bahkan dapat mati.

Piyik walet yang sudah menetas dari hasil Teknik Menetasan Telur Walet Pada Sarang Sriti  relatif tidak memerlukan penanganan langsung oleh tangan manusia. Secara naluri, induk sriti akan merawat piyik walet sampai dapat terbang. Namun demikian, bukan berarti sete­lah menetas piyik walet tersebut tidak diperhatikan oleh peternak.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar piyik walet da­pat tumbuh dengan baik. Bila ada piyik walet yang jatuh dari sarangnya, segeralah dipungut dan dimasukkan kembali ke sarang. Selain itu, gangguan binatang predator seperti tokek, tikus, dan kepinding harus diantisipasi secara dini. Suplai makanan pun perlu diperhatikan, terutama pada musim kemarau. Untuk itu, perlu dilakukan pengontrolan secara rutin setiap hari.

Mengukur Tingkat Keberhasilan

Tingkat keberhasilan penetasan dengan induk seriti dapat diukur dari ada tidaknya sarang berwarna putih di dalam gedung tersebut. Tingkat keberhasilan ini diukur setelah 8-12 bulan dilakukannya program “putar telur”.

Bila di dalam gedung terdapat sarang maka dikatakan program ini berhasil. Memang terkadang munculnya sarang putih di dalam gedung tidak serentak. Namun, jumlah sarang tersebut akan bertambah setiap harinya. Sebaliknya bila dalam setahun tidak tampak adanya sarang putih atau hanya ada 1-2 sarang saja maka program “putar telur” dikatakan kurang berhasil.

Perlu dicatat bahwa walet muda terkadang menggunakan sarang induk angkatnya, yaitu seriti untuk bersarang. Sarang induknya tersebut ditambal dengan liur putihnya pada bibir sarang. Agar walet muda mau membuat sarang sendiri, perlu dipanen sarang seriti yang menjadi tempat walet ditetaskan dan dibesarkan. Meskipun ada penambalan sarang, program “putar telur” ini dapat dikatakan berhasil karena walet dapat kembali ke gedung asal dan membangun sarangnya. Sementara program “putar telur” ini dikatakan cukup berhasil bila terdapat 12,5% dari 200 butir telur yang menetas dan hidup hingga bersarang kembali.

Dalam gedung walet yang ideal, memang keberadaan seriti harus tetap dipertahankan, Seriti bertugas untuk mengembangkan populasi walet dengan cara program “putar telur”. Namun, yang perlu dipertimbangkan adalah jangan sampai populasi seriti terancam dan terusir karena adanya walet. Selain berguna untuk pengernbangan, seriti pun penting untuk menjaga populasi.

Teknik Menetasan Telur Walet Pada Sarang Sriti

Teknik Menetasan Telur Walet Pada Sarang Sriti

Gedung sriti yang akan diubah menjadi gedung walet harus melalui proses yang disebut “putar telur”. Proses ini dilakukan bila populasi walet di daerah tersebut relatif sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali atau tidak ada gua-gua alam yang dihuni walet hingga radius tertentu.

Bila gedung belum dihuni burung sriti memang program “putar telur” walet tidak mungkin terlaksana. Untuk memancing sriti masuk gedung, cara yang dapat dilakukan adalah dengan memancing walet masuk gedung. Burung sriti tidak dapat dikurung karena akan mati dalam waktu 5-6 hari.

Secara visual, membedakan induk jantan dan betina sulit dilaksanakan karena hampir tidak ada bedanya. Cara yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan alat yang disebut ditektor sibas.

Periode Sriti Bertelur

Musim bertelur pada walet dan sriti berbeda. Masa bertelur walet lebih dahulu dibanding sriti. Untuk itu, proses “putar telur” pun terkadang mengalami kesulitan.

Seperti halnya walet, sriti pun mengalami dua kali musim berkembang biak setahun. Dalam keadaan iklim normal, musim berkembang biak pada sriti adalah sebagai berikut.

  • Pada musim berkembang biak pertama, sriti mulai bertelur awal Maret dan mencapai puncak atau jumlah terbanyak akhir Maret. Pada akhir April, sriti yang bertelur mulai berkurang dan awal Mei hanya sedikit saja yang bertelur.
  • Pada musim berkembang biak kedua, sriti mulai bertelur awal Oktober dan mencapai puncaknya akhir Oktober. Jumlah sriti yang bertelur mulai berkurang awal November dan akhir November hanya sedikit saja yang bertelur.

Cara Penetasan pada Proses Putar Telur

Ada dua cara yang biasa dilakukan peternak atau pengusaha walet sebelum memutuskan untuk melakukan metode penetasan dengan proses “putar telur”, yaitu cara coba-coba dan cara persentase.

  1. Cara coba-coba

Cara ini dilakukan hanya sebagai percobaan untuk memastikan bahwa persyaratan “kaca susu sapi” sudah tepat. Oleh karena sifatnya sebagai percobaan maka jumlah telur yang diganti pun tidak terlalu banyak. Selain itu, pada cara ini tidak diperhatikan jumlah populasi sriti di dalam gedung. Bila cara coba-coba ini berhasil maka sudah diperoleh kejelasan akan keberhasilan pada program putar telur untuk musim berkembang biak periode selanjutnya.

  1. Cara persentase

Pada cara ini, keberhasilan program putar telur yang dihitung dalam persentase minimal, yaitu sekitar 12,5%. Disebut berhasil kalau walet yang dihasilkan dengan cara ini dapat kembali ke gedung setelah dilepas. Dengan mengambil contoh jumlah sarang sriti sebanyak 400 buah maka perhitungan pada cara ini adalah sebagai berikut.

  • Program “putar telur” ini cukup hanya 200 sarang saja (50%).
  • Jumlah telur walet yang akan ditetaskan ada 200 butir sehingga setiap sarang diisi sebutir telur.
  • Dari 200 butir telur walet diperkirakan hanya menetas 100 butir telur walet saja (50%).
  • Dari 100 butir telur walet yang menetas diperkirakan hanya 50 ekor walet muda yang hidup sehat dan dapat terbang (50%).
  • Dari 50 ekor yang hidup dan dapat terbang diperkirakan hanya 25 ekor (50%) saja yang kembali ke gedung asal, sedangkan lainnya hilang tidak kembali.
  • Dengan demikian, dari 200 butir telur walet hanya 25 ekor walet atau 12,5% yang dikatakan berhasil ditetaskan dengan program “putar telur”.

Tahapan Pelaksanaan Proses Putar Telur

Secara sederhana teknik “putar telur” adalah mengganti telur sriti dengan telur walet. Namun, beberapa hal yang harus diperhatikan pada proses “putar telur” agar tingkat keberhasilan penetasan menjadi tinggi adalah sebagai berikut.

  1. Waktu pelaksanaan

Proses “putar telur” sebaiknya dilakukan pada menjelang musim hujan. Kualitas telur pada musim ini lebih bagus dan memiliki daya tetas yang tinggi karena intensitas pengeraman oleh induk sriti relatif rutin. Pada musim ini pun sumber makanan di alam tersedia berlimpah sehingga membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik anak walet.

Selain harus dilakukan pada menjelang musim hujan, proses “putar telur” ini pun sebaiknya dilakukan siang hari saat induk sriti sedang mencari makanan. Ini sangat penting dilakukan karena induk seriti tidak merasa terganggu dan tidak akan mengetahui ada perubahan telur pada sarangnya.

Peletakan telur walet

Meletakkan telur walet ke sarang harus memperhatikan bebe­rapa hal, yaitu kebersihan telur dan kondisi sarang.

  1. Kebersihan telur

Telur yang kotor dan berbau akan menurunkan daya tetas telur. Dalam peletakan telur ini sebaiknya digunakan sarung tangan untuk menjaga kebersihan telur dan tidak berbau. Bila tidak ada sarung tangan, dengan tangan kosong pun tidak jadi masalah asalkan tangan dibersihkan dahulu. Jangan menggunakan sendok sebab telur walet dapat terjatuh.

  1. Kondisi sarang

Selain kondisi telur harus bersih, juga perlu diperhatikan kondisi sarangnya. Sarang yang dipilih untuk peletakan telur walet harus relatif masih baru dan daya tempel pada sirip papannya sangat

kuat. Sarang yang sudah lama dan tidak kuat dikawatirkan akan jatuh terlepas dari sirip papan.

Sarang yang teratur susunan rumputnya pun sangat berpe-ngaruh pada keberhasilan penetasan. Rerumputan atau bahan sarang yang tidak tertata rapi dapat menjerat leher atau kaki piyik walet sehingga mengakibatkan kematian. Selain itu, sarang pun harus bebas dari kepinding atau kutu busuk. Tidak sedikit piyik walet mati akibat darahnya diisap oleh sekelompok kepinding.

  1. Jumlah telur

Jumlah telur harus diperhatikan agar proses “putar telur” ini berhasil. Biasanya seriti akan menelurkan dua butir telur. Namun, dua telur seriti tersebut tidak perlu diganti dengan dua telur walet, cukup dengan satu butir saja. Ada beberapa alasan mengganti dua butir telur seriti hanya diganti dengan satu butir telur walet.

  1. Fisik burung seriti lebih kecil dibanding walet sehingga panas tubuh seriti tidak mencukupi untuk mengerami dua butir telur walet. Panas tubuh pada saat pengeraman akan berpengaruh pada daya tetas telur walet.
  2. Memang kapasitas sarang seriti sebanyak dua butir telur seriti, tetapi bukan untuk dua butir telur walet. Ini disebabkan ukuran telur walet lebih besar 1,5—2 kali dibanding telur seri­ti. Bila dipaksakan, dikawatirkan ada telur yang jatuh sia-sia.
  3. Piyik walet yang sudah menetas harus mendapatkan kecukupan makanan agar tumbuh normal dan sehat. Bila induk seriti harus menyuapi dua piyik walet sekaligus, dikawatirkan akan berakibat jelek pada pertumbuhan dan perkembangan piyik walet.

Dengan hanya menggantikan sebutir telur walet maka akan diperoleh beberapa keuntungan,  di antaranya ialah risiko telur jatuh atau terbuang menjadi kecil, daya tetas telur walet tinggi, pertumbuhan dan perkembangan piyik walet terjamin, fisik burung seriti dalam mengerami dan membesarkan piyik walet tidak ter-forsir, serta kematian piyik walet karena terjatuh dari sarang dapat dicegah.

Khasiat Madu untuk Ibu Hamil dan Janin

images2Khasiat Madu untuk Ibu Hamil dan Janin – Banyak madu Indonesia digunakan sebagai suplemen herbal dan minuman tambahan. Hal ini karena berbagai khasiat yang terkandung dalam madu untuk diskusi kali ini saya hanya akan membahas tentang ibu hamil makan madu mungkin saya?

Telah lama madu banyak digunakan oleh manusia karena mengandung nutrisi penting termasuk vitamin, thiamin, asam amino, glukosa, fruktosa, riboflavin, fruktosa, asam pantotenat, niasin dan mineral seperti kalium, magnesium, natrium, fosfor, kalsium, mangan, sulfur , dan besi, khasiat madu bagi ibu hamil muda

Khasiat Madu Bagi Wanita Hamil
Tapi ada yang perlu Anda ketahui bahwa madu juga mengandung spora yang memiliki nama botulisme yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia tetapi Anda tidak perlu khawatir karena masih aman jika dikonsumsi oleh orang dewasa atau ibu hamil karena perut pada orang dewasa telah menghasilkan asam yang cukup kuat untuk membunuh spora itu, ibu yang sedang hamil sering memiliki masalah dengan makanan yang dikonsumsinya.

Baca juga : Tips Hamil Setelah Menunggu Lama

Hal ini tidak biasa bagi seorang wanita hamil jika kesehatannya terganggu karena  juga akan berdampak pada kesehatan janin, dan pertanyaannya sekarang adalah apa khasiat madu bagi ibu hamil?

Madu merupakan hasil produksi lebah alami yang berkhasiat bagi tubuh, wajah, dan lain-lain juga telah banyak penelitian tentang khasiat madu terbukti oneSubrahmanyan ini pada tahun 1993 yang menunjukkan bahwa dari 52 pasien yang mengalami luka bakar 40% dari tubuh dan smear madu sebanyak 20 -30 ML per hari.

Dan hasilnya sangat mengagumkan pasien mengalami pertumbuhan jaringan baru pada minggu pertama itu jauh lebih cepat daripada sulfadiazine perak, sementara itu, dari penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan nutrisi dan hasil Makanan tidak balita kurang luar biasa berusia 1-3 tahun yang kekurangan gizi.

Setelah terapi dengan memberikan 20gr madu setiap hari selama 2 bulan dan dikombinasikan dengan vitamin C dan B kompleks hasil balita meningkat nafsu makan cukup tinggi sekitar 50% serta bagian dari frekuensi dan karenanya juga meningkat secara signifikan.

Sehingga bagi ibu yang sedang mempersiapkan untuk kelahiran bayi sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi madu karena memiliki banyak penelitian yang telah dan saat ini telah mengumpulkan berbagai khasiat lain bagi wanita hamil di bawah ini:

  • Vitamin C yang terkandung di dalam madu sangat tinggi yang berkhasiat dapat meningkatkan dan menjaga sistem kekebalan tubuh selama kehamilan
  • Jika Anda sering mengkonsumsi madu dapat menurunkan risiko wabah hepatitis B pada bayi
  • Nafsu makan ibu hamil yang kadang-kadang sering terganggu ketika hamil sering dapat diatasi dengan madu
  • Madu alami mengandung antibiotik sehingga cukup efektif dalam mencegah berbagai penyakit dan membunuh kuman dan bakteri dan kuman calon lainnya bersarang di dalam tubuh ibu
  • Khusus yang telah melahirkan dapat mengkonsumsi ramuan madu yang dicampur dengan telur dicampur dengan titik untuk membersihkan darah setelah melahirkan
  • Keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil adalah BAB keras tetapi Anda tidak perlu khawatir madu cukup kuat untuk mengatasi ini
  • Multivitamin dan mineral penting dalam madu dapat meningkatkan stamina Anda tentu cukup kelelahan membawa janin Anda setiap hari lebih dan lebih parah.

Itulah beberapa khasiat madu bagi ibu hamil serta janin dan tentu saja kesehatan Anda dan janin Anda tentu sesuatu yang penting tidak dapat dinilai bahkan dengan uang. Jadi artikel ini dapat memberikan Anda informasi yang berguna. Untuk informasi lebih lengkap tentang khasiat madu untuk ibu hamil Anda bisa membacanya di “www.gluteracare.com/manfaat-madu-untuk-ibu-hamil/“.