Ayam Arab

ayam arab

Ayam arab ternyata bukan berasal dari negerinya Raja Fahd, Kerajaan Arab Saudi, melainkan berasal dari Belgia. Ayam ini dikenal juga dengan nama silver brakel kriel. Sebutan ayam arab konon lahir karena ayam ini dibawa ke Indonesia olch TK1 yang pulang dari Arab Saudi. Selain itu, kepala ayam ini pun seolah-olah memakai jilbab putih. Dari kejauhan bulu di kepala dan lehernya memang tampak scperti kerudung penutup kepala wanita. Jadi sebutan ayam arab semakin cocok.

Sampai saat ini jenis ayam ini masih merupakan ayam yang eksklusif. Penampilannya cantik menyerupai ayam hias, gerak-geriknya ayam ini juga masi tergolong ayam buras yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya( Beternak Ayan Buras Petelur Unggul)

Terlihat gesit, sifatnya gemar bercengkerama, dan warna bulu terlihat menarik dengan warna keperak-perakan. Oleh sebab itu, tidaklah terlalu mengherankan jika ada yang mengandangkan ayam ini sebagai pajangan di halaman rumah.

Dari. sisi potensi pasar, permintaan terhadap ayam arab cukup tinggi. Hal ini disebabkan tingkat produktivitas telurnya. Kalau ayam kampung biasa produksi telurnya hanya mencapai rata-rata 30% setahun, ayam arab bisa mencapai 60% setahun (225 butir telur). Kelebihan lainnya, ayam ini tidak memiliki sifat mengeram, jadi sangat mirip dengan ayam ras. Frekuensi bertelurnya dapat berlangsung sepanjang waktu. Hal ini berbeda dengan ayam kampung atau jenis ayam buras lainnya yang harus berhcnti bertelur ketika masa mengeramnya timbul, yaitu setelah bertelur antara 12—20 butir.

Ayam arab mulai berproduksi pada umur 4,5—5,5 bulan, sedangkan ayam kampung setelah berumur 6 bulan. Pada umur 8 bulan, produksi telurnya mencapai puncak. Pada umur 1,5—2 tahun, biasanya ayam arab sudah bisa diafkir dan diganti dengan petelur baru yang masih segar. Ayam arab afkir bisa dijual sebagai pedaging. Kalau ayam kampung biasa harganya bisa mencapai Rp25.000 per ekor, ayam arab afkir harganya sekitar Rp20. karena sosok tubuhnya mcmang lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata ayam kampong.

Dari sisi harga jual harga, harga ayam arab afkir memang lebih rendah. Namun dari sisi pemeliharaan, sosoknya yang kecil mcnjadikan ayam arab lebih ringkas untuk dikandangkan dan membutuhkan pakan yang lebih sedikit dibandingkan dengan rata-rata ayam kampung, yaitu 85 gr/ekor/ hari. Dengan pcrsilangan yang intensif, sebenarnya kekurangan bobot ayam arab ini bisa didongkrak, sehingga harga jual ayam afkirnya menjadi sama dengan ayam kampung.

Dari penampilan tubuhnya, tinggi ayam arab jantan dewasa mencapai 35 cm dengan bobot 1,5—2 kg. Kepalanya mempunyai jengger berbentuk tunggal dan bergcrigi. Ayam ini berbulu tebal. Bulu di sekitar leher berwarna kuning dan putih kehitaman. Warna bulu badannya putih bertotol-totol hitam. Kokok suara jantan nyaring scperti ayam katai. Ayam arab betina dewasa tingginya mencapai 25 cm, dengan bobot 1,0— 1,5 kg. Kepalanya bcrjengger tipis, bergcrigi. Badannya berbulu tebal. Selama usia produktif antara 0,8—1,5 tahun, betina arab terus-mencrus bertelur, sehingga hampir setiap hari mcnghasilkan telur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *