Kiat Sukses Beternak Ayam Buras Petelur Unggul

Kiat Sukses Beternak Ayam Buras Petelur Unggul – Selama ini pemeliharaan ayam buras petelur  dilakukan sebagai sambilan. Pcmcliharaannya pun hanya dirujukan unruk diambil dagingnya, sehingga lebih bersifat ekstensif. Artinya, pola pemeliharaannya membiarkan ayam bcbas berkeliaran di hakman rumah, kpangan, kebun, atau hutan. Karena cara hidupnya yang dibiarkan berkeliaran itulah, ayam jenis ini biasa disebut ayam kampung.

Beternak Ayan Buras Petelur UnggulCara pemeliharaan ekstensif ini tentu saja tidak terlalu memberikan nilai tambah, sebab pemeliharaan lebih ditujukan untuk menjual dagingnya. Padahal jika dikelola secara intensif, beternak ayam buras petelur bisa ditujukan untuk menjadi ayam petehir.

Sebagai peternak ayam buras petelur, ayam buras hanya membutuhkan pemeliharaan selama 3-4 bulan terhitung sejak ayam dara (muda). Dilihat dari sisi harga, tehir ayam buras lebih stabil, tidak sefluktuatif harga telur ayam ras. Bahkan, cara penjualannva pun tidak dilakukan secara kiloan, tetapi dinilai per butiran telur

Karena adanya upaya mengandangkan ayam buras sebagai ayam petelur, istilah ayam buraspun lebih populer dibandingkan dengan istilah ayam kampung. Bahkan, pengertian buras kemudian mencakup semua jenis ayam di luar ayam ras. Artinya, ayam kampung hanya menjadi bagian dari ayam buras.

Selain ayam kampung, jenis ayam yang dikelompokkan sebagai ayam buras petelur di antaranya adalah ayam nunukan, kedu, sentul, pelung, dan ayam arab. Dengan demikian, ayam buras (bukan ras) dimaksudkan untuk membedakan dengan ayam asal luar negeri yang disebut ayam ras.

Untuk menetaskan telur ayam kampung dan buras bisa delakukan dengan dua cara yaitu bisa langsung memanfaatkan indukan ayam dan menggunakan mesin penetas telur ayam baik manual atau otomatis. Keunggulan menetaskan telura ayam dengan mesin penatas yaitu kita bisa menetasakan telur dalam jumlah yang banyak sekaligus dan dengan waktu yang sama pula.

Beternak ayam buras petelur ternyata mendatangkan hasil yang menggembirakan, sejauh memperhatikan faktor pemilihan bibit, perkandangan, pemberian pakan, serta pencegahan dan pemberantasan hama penyakit. Walaupun begitu, tingkat produktivitas telur ayam buras per tahun masih lebih rendah dibandingkan dengan tingkat produktivitas ayam ras.

Tingkat produktivitas telur ayam buras petelur per tahun bisa mencapai 300—310 butir. Bandingkan dengan tingkat produktivitas bcrbagai jenis ayam buras. Dari data yang ada, tingkat produktivitas telur per tahun ayam buras sebagai berikut: ayam kampung 115 butir, ayam kedu hitam 215 butir, ayam kedu putih 197 butir, dan ayam nunukan 182 butir.

Data tersebut menunjukkan bahwa salah satu permasalahan dalam beternak ayam buras petelur adalah rendahnya tingkat produktivitas. Kondisi ini telah mcndorong pihak-pihak yang peduli dengan peternakan ayam buras petelur untuk mencari jenis unggul ayam buras petelur. Populernya ayam arab (silver brakel kriel) pada akhir tahun 90-an bisa jadi sebuah solusi untuk mengatasi rendahnya tingkat produktivitas ayam buras petelur. Ayam arab rata-rata mampu menghasilkan telur sebanyak 225 telur per tahun.

Pada perkembangannya, produktivitas ayam arab ini terus ditingkatkan. Caranya dengan mengawin silangkan ayam arab dengan jenis ayam buras petelur lainya. Dari silangan tersebut, dunia perunggasan pun mengenal adanya ayam poncin yang dikembangkan di Depok, ayam arab yang dikembangkan di Blitar, dan ayam bukung arbika yang dikembangkan di Tlckung, Malang. Ayam poncin merupakan hasil persilangan antara ayam arab asal Belgia (silver brakel kriel) dan ayam kedu (ayam lokal) asal Jawa tengah.

BACA JUGA :
>>Penanganan piyik walet setelah menetas
>>Teknik Menetasan Telur Walet Pada Sarang Sriti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *