Penanganan piyik walet setelah menetas

Penanganan piyik walet setelah menetas

Piyik walet setelah menetas harus diperhatikan dengan baik. Bila tidak, piyik walet pun tidak akan hidup dan berkembang dengan baik, bahkan dapat mati.

Piyik walet yang sudah menetas dari hasil Teknik Menetasan Telur Walet Pada Sarang Sriti  relatif tidak memerlukan penanganan langsung oleh tangan manusia. Secara naluri, induk sriti akan merawat piyik walet sampai dapat terbang. Namun demikian, bukan berarti sete­lah menetas piyik walet tersebut tidak diperhatikan oleh peternak.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar piyik walet da­pat tumbuh dengan baik. Bila ada piyik walet yang jatuh dari sarangnya, segeralah dipungut dan dimasukkan kembali ke sarang. Selain itu, gangguan binatang predator seperti tokek, tikus, dan kepinding harus diantisipasi secara dini. Suplai makanan pun perlu diperhatikan, terutama pada musim kemarau. Untuk itu, perlu dilakukan pengontrolan secara rutin setiap hari.

Mengukur Tingkat Keberhasilan

Tingkat keberhasilan penetasan dengan induk seriti dapat diukur dari ada tidaknya sarang berwarna putih di dalam gedung tersebut. Tingkat keberhasilan ini diukur setelah 8-12 bulan dilakukannya program “putar telur”.

Bila di dalam gedung terdapat sarang maka dikatakan program ini berhasil. Memang terkadang munculnya sarang putih di dalam gedung tidak serentak. Namun, jumlah sarang tersebut akan bertambah setiap harinya. Sebaliknya bila dalam setahun tidak tampak adanya sarang putih atau hanya ada 1-2 sarang saja maka program “putar telur” dikatakan kurang berhasil.

Perlu dicatat bahwa walet muda terkadang menggunakan sarang induk angkatnya, yaitu seriti untuk bersarang. Sarang induknya tersebut ditambal dengan liur putihnya pada bibir sarang. Agar walet muda mau membuat sarang sendiri, perlu dipanen sarang seriti yang menjadi tempat walet ditetaskan dan dibesarkan. Meskipun ada penambalan sarang, program “putar telur” ini dapat dikatakan berhasil karena walet dapat kembali ke gedung asal dan membangun sarangnya. Sementara program “putar telur” ini dikatakan cukup berhasil bila terdapat 12,5% dari 200 butir telur yang menetas dan hidup hingga bersarang kembali.

Dalam gedung walet yang ideal, memang keberadaan seriti harus tetap dipertahankan, Seriti bertugas untuk mengembangkan populasi walet dengan cara program “putar telur”. Namun, yang perlu dipertimbangkan adalah jangan sampai populasi seriti terancam dan terusir karena adanya walet. Selain berguna untuk pengernbangan, seriti pun penting untuk menjaga populasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *